5.12.09

Perjalanan di alam kubur II

-Ibnu Mu'min Al-Branntiy pada 05hb Disember pukul 5.53 ptg



Bagaimanakah perjalanan seseorang jika ia telah masuk di alam kubur?

Hadits panjang al-Bara’ bin ‘Azib yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan dishahihkan oleh Imam al-Hakim dan Syaikh al-Albani menceritakan perjalanan para manusia di alam kuburnya:

Suatu hari kami mengantarkan jenazah salah seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari golongan Anshar.
Sesampainya di perkuburan, liang lahad masih digali.
Lalu Rasulullah pun duduk (menanti) dan kami juga duduk terdiam di sekitarnya seakan-akan di atas kepala kami ada burung gagak yang hinggap.
Rasulullah memainkan sepotong dahan di tangannya ke tanah, lalu beliau mengangkat kepalanya seraya bersabda, “Mohonlah perlindungan kepada Allah dari adzab kubur!” Beliau ulangi perintah ini dua atau tiga kali.

Kemudian baginda bersabda:

“Seandainya seorang yang beriman sudah tidak lagi menginginkan dunia dan telah mengharapkan akhirat (sakaratul maut), turunlah dari langit para malaikat yang bermuka cerah secerah sinar matahari.
Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga lalu duduk di sekeliling mukmin tersebut sejauh mata memandang.
Setelah itu turunlah malaikat pencabut nyawa dan mengambil posisi di arah kepala mukmin tersebut.
Malaikat pencabut nyawa itu berkata,
`Wahai nyawa yang mulia keluarlah engkau untuk menjemput ampunan Allah dan keridhaan-Nya`.

Maka nyawa itu (dengan mudahnya) keluar dari tubuh mukmin tersebut seperti lancarnya air yang mengalir dari mulut sebuah kendil.
Lalu nyawa tersebut diambil oleh malaikat pencabut nyawa dan dalam sekejap mata diserahkan kepada para malaikat yang berwajah cerah tadi lalu dibungkus dengan kafan surga dan diberi wewangian darinya pula.
Hingga terciumlah bau harum seharum wewangian yang paling harum di muka bumi.

Kemudian nyawa yang telah dikafani itu diangkat ke langit.
Setiap melewati sekelompok malaikat di langit mereka bertanya,
`Nyawa siapakah yang amat mulia itu?`
`Ini adalah nyawa fulan bin fulan`, jawab para malaikat yang mengawalnya dengan menyebutkan namanya yang terbaik ketika di dunia.

Sesampainya di langit dunia mereka meminta izin untuk memasukinya, lalu diizinkan.
Maka seluruh malaikat yang ada di langit itu ikut mengantarkannya menuju langit berikutnya. Hingga mereka sampai di langit ketujuh.

Di sanalah Allah berfirman, `
Tulislah nama hambaku ini di dalam kitab ‘Iliyyin. Lalu kembalikanlah ia ke (jasadnya di) bumi, karena darinyalah Aku ciptakan mereka (para manusia), dan kepadanyalah Aku akan kembalikan, serta darinyalah mereka akan Ku bangkitkan.`


Lalu nyawa tersebut dikembalikan ke jasadnya di dunia.
Lantas datanglah dua orang malaikat yang memerintahkannya untuk duduk.

Mereka berdua bertanya,
`Siapakah rabbmu?`, `Rabbku adalah Allah` jawabnya.

Mereka berdua kembali bertanya, `Apakah agamamu?`, `Agamaku Islam` sahutnya.

Mereka berdua bertanya lagi, `Siapakah orang yang telah diutus untuk kalian?`
“Beliau adalah Rasulullah ” jawabnya.

`Dari mana engkau tahu?` tanya mereka berdua.
`Aku membaca Al-Qur’an lalu aku mengimaninya dan mempercayainya`.

Tiba-tiba terdengarlah suara dari langit yang menyeru, `(Jawaban) hamba-Ku benar! Maka hamparkanlah surga baginya, berilah dia pakaian darinya lalu bukakanlah pintu ke arahnya`.

Maka menghembuslah angin segar dan harumnya surga (memasuki kuburannya) lalu kuburannya diluaskan sepanjang mata memandang.

Saat itu datanglah seorang (pemuda asing) yang amat tampan memakai pakaian yang sangat indah dan berbau harum sekali, seraya berkata,
`Bergembiralah, inilah hari yang telah dijanjikan dulu bagimu`.

Mukmin tadi bertanya, `Siapakah engkau?

Wajahmu menandakan kebaikan`. `Aku adalah amal salehmu` jawabnya.
Si mukmin tadi pun berkata, `Wahai Rabbku (segerakanlah datangnya) hari kiamat, karena aku ingin bertemu dengan keluarga dan hartaku.

Tiada ulasan: